Type something and hit enter

author photo
By On
advertise here
teyeng.com - sekian artikel kali ini terkait dengan pembahasan sandal jepit yang tertukar, semoga bermanfaat.

Ups, itu kalimat closing artikel,.. Jadi di bacanya nanti aja deh kusus yang itu. Buat kamu yang sudah terlanjur baca meskipun dalam hati, ya nanti ulangi lagi juga boleh, di ulang 2x juga boleh, sesuai selera saja.

Buat temanmu yang dalam keadaan cintanya tertukar, bagi'in aja artikel supaya lebih strong.

Jadi begini.. Pada jaman dahulu kala hidup di sebuah desa banyak orang pastinya di dalam desa tersebut.

Anggaplah bikini bottom,. 

Terdapat beberapa anak muda yang belum tua, secara ekonomi keluarga mereka sangat sederhana jadi secara Fhasion juga alangkadarnya.

Namun urusan kebagiaan ukuranya bukan materi, maka sudah pasti mereka juga mendapatkan kebahagiaan yang sama. Tersenyum, ceria, dan bercengkrama dengan seja bersama beberapa teman lainya yang sepermainan. Kadang beda permainan juga sih,..

Aktifitasnya setiap pagi sekolah, dan kala selepas sekolah siangnya sekolah lagi itu yang biasa di lakukan oleh anak-anak usia di bawah 15 tahunan.

Loh, kok siangnya sekolah lagi? Biasanya kehidupam di desa selesai sekolah umum pada siang harinya pulang dan makan siang lalu sejenak istirahat sambil kasih makan ayamnya lalu di lanjutkan sekolah madrasah.

Tidak ada yang menarik disini, saya katakan ini hanya coretan masalalu masa kanak-kanak yang sangat sederhana.
Selepas penat molai hilang, mulai mempersiapkan diri untuk berangkat ke madrasah, dengan pakaian sederhana buku yang di bungkus menggunakan plastik bekas sandal jepit.

Entah kepada siapa mereka pamitan berangkat, tidak jarang kedua orang tuanya hanya akan ada di rumah setelah sore.
Kesibukan orang tuanya berada di kebun, mencari kayu bakar, rumput atau menjadi buruh tani sudah membiasakan mereka menjawab kesepian hidupnya.

Dengan tanpa seragam dan hanya mengenakan sandal jepit mereka berangkat ke madrasah dengan menuntut ilmu agama untuk bekal masa depan kelak.

Tidak seberuntung anak sekarang secara fhasion, tetapi di sela-sela jam istirahat pasti banyak kebahagian.
Kebahagiaan anak desa
Sumber gambar : Hipwee

Permainan tradisional,.. Main kelereng, karet gelang, glatik, sir-siran, hoa, jet-jetan dan masih banyak lagi.

Itu istilah bahasa daerah, yang kalau di translate dalam bahasa indonesia saya sendiri bingung.

Tetapi, untuk jet-jetan = petak umpet, pastinya paham dong..

Itulah kecerian, dan kebahagiaan yang di dapatkan. Sepulang sekolah madrasah biasanya membantu orang tua di rumah, banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan. Cuci pring, gelas, nyapu dan lain sebagainya.

Bukan hanya anak cewe saja, anak cowo-pun sama.. Membantu pekerjaan orang tua.
Kasihan mereka lelah, nafasnya terdengar sayup terlihat tetap tegar untuk masa depan anak-anaknya.

Hingga menjelang magrib, biasanya berangkat kemusola untuk mengikuti sholat berjama'ah, nah.. Ini dia yang sering ketemu lucunya.

Ya,ke isengan akan terjadi pada sandal jepit, tidak jarang sandal di umpetin di genteng,di plintir talinya hingga menjadi kue dadung.

.. Meskipun kadang kesel, namun ini bagian dari cerita kebahagian.

Bahkan tidak jarang sandal ketukar dengan milik yang lainya.Jenis dan model sandal jepit rata - rata sama, jadi ketukar merupakan hal yang sangat wajar.

Pas keluar dari musola, mencari sandal eh.. Gak ada, dan gak ketemu.

Apa yang pertama kali kita lakukan, mencari di setiap sudut sejauh mata melihat. Jika sudah lelah hanya bisa istighfar sembari menunggu waktu sholat isha duduk di musola.

Kini sudah besar,.. Masih mengenakan sandal jepit dan tetap bersyukur dengan apa yang kita miliki.

Teman sepermainan kini entah ada dimana, sekarang diisi dengan teman baru yang tidak pernah di jumpai semasa kecil.

.. Bagaimana kabarmu semua?

Apakah bacaanmu sudah berubah, yang akan menghujat teman kecilmu ketika salah bicara, yang akan mencaci ketika berbeda pandangan politik.

Kenapa ada sosial media,.. Begitu banyak ujaran kebencian, begitu banyak kabar bohong yang sangat rentan mendokrin pemikiran anak-anak cupu ini.

Kepentingan siapa, untuk siapa, mengapa tidak mengutamakan kebersamaan. 

Apa yang mereka janjikan untukmu, apa yang akan kamu dapatkan sehingga menyalahkan begitu mudah.

Saya memilih indonesia damai, tulisan yang ada di teyeng.com merupakan salah satu bentuk kampanye damai indonesia.

Salam damai saudaraku satu tanah air.

Click to comment